Manusia dan Tanggung Jawab
ILMU
BUDAYA DASAR : MANUSIA DAN tanggung jawab
MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR
“MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB”
DAFTAR
ISI ....................................................................................................... 1
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 2
1.1 Latar
Belakang ............................................................................................... 2
1.2 Rumusan Masalah .......................................................................................... 2
1.3 Tujuan
Penulisan ............................................................................................ 2
BAB II
PEMBAHASAN .................................................................................... 4
2.1 Pengertian Tanggung Jawab ........................................................................... 4
2.2 Macam-macam Tanggung Jawab ................................................................... 6
2.3 Pentingnya Mewujudkan Rasa Tanggung Jawab ........................................... 8
2.4 Pengertian Pengabdian dan Pengorbanan ....................................................... 9
BAB III
PENUTUP ............................................................................................. 12
3.1 Kesimpulan ..................................................................................................... 12
3.2
Saran ............................................................................................................... 12
DAFTAR
PUSTAKA ........................................................................................... 13
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada dasarnya manusia dan tanggung jawab itu berada dalam
satu naungan atau berdampingan. Tanggung Jawab adalah suatu kesadaran manusia
akan tingkah laku atau perbuatannya baik disengaja maupun tidak disengaja.
Tanggung Jawab juga berati berbuat sebagai wujudan atas perbuatannya. Setiap
manusia memiliki tanggung jawab masing-masing. Diantaranya tanggung jawab seorang
dokter terhadap pasiennya, tanggung jawab seorang pelajar atau mahasiswa akan
belajar, tanggung jawab seorang dosen kepada mahasiswa atau mahasiswinya, tanggung
jawab seorang presiden kepada negara dan rakyatnya, tanggung jawab seorang ayah
kepada istri dan anak-anaknya, dan tanggung jawab manusia kepada Tuhan yang
telah Menciptakan kita.
Hidup manusia disamping sebagai makhluk Tuhan dan makhluk
individu, juga merupakan makhluk sosial, hidup dalam lingkungan masyarakat. Di
dalam interaksi sosial manusia diberi tanggung jawab, disamping hal tersebut
manusia juga memiliki kewajiban yaitu dituntut adanya pengabdian dan
pengorbanan.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas penulis dapat merumuskan beberapa
rumusan masalah antara lain:
1. Apa
pengertian dari tanggung jawab?
2. Apa saja
macam-macam dari tanggung jawab itu sendiri?
3. Mengapa
rasa tanggung jawab itu perlu diwujudkan?
4. Apa pengertian
pengabdian dan pengorbanan?
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan dalam
penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk
mengetahui pengertian tanggung jawab.
2. Untuk
mengetahui macam-macam
dari tanggung jawab.
3. Untuk
mengetahui bagaimana
pentingnya rasa mewujudkan tanggung jawab.
4. Untuk
mengetahui pengertian
pengabdian dan pengorbanan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung jawab menurut kamus umum
bahasa indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga
bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah berkewajiban
menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab
dan menanggung akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia
akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak
disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai wujudan kesadaran akan
kewajibannya. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang bertanggung
jawab.Disebut demikian karena manusia, selain merupakan makhluk individual dan
makhluk sosial, juga merupakan makhluk ‘I’uhan. Manusia memiliki tuntutan yang
besar untuk bertanggung jawab mengingat ia mementaskan sejumlah peranan dalam
konteks sosial, individual ataupun teologis.
Dalam konteks sosial manusia merupakan
makhluk sosial.Ia tidak dapat hidup
sendirian dengan perangkat nilai-nilai sclera sendiri. Nilai-nilai yang
diperankan seseorang dalam jaminan sosial harus dipertanggungjawabkan sehingga
tidak mengganggu konsensus nilai yang telah disetujui bersama. Masalah
tanggung jawab dalam konteks individual berkaitan dengan konteks
teologis.Manusia sebagai makhluk individual artinya manusia harus bertanggung
jawab terhadap dirinya (seimbangan jasmani dan rohani) dan harus bertanggung
jawab terhadap Tuhannya (sebagai penciptanya). Tanggung jawab manusia terhadap
dirinya akan lebih kuat intensitasnya apabila ia mentiliki kesadaran yang
mendalam. Tanggung jawab manusia terhadap dirinya juga muncul sebagai akibat
keyakinannya terhadap suatu nilai.
Demikian pula tanggung jawab manusia
terhadap Tuhannya, manusia sadar akan keyakinan dan ajaran-Nya. Oleh karena
itu manusia harus menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya agar
manusia dijauhkan dari perbuatan keji dan munkar.
Tanggung
jawab dalam konteks pergaulan manusia adalah keberanian. Orang yang
bertanggung jawab adalah orang yang berani menanggung resiko atas segala yang
menjadi tanggung jawabnya. Ia jujur terhadap dirinya dan jujur terhadap orang
lain, tidak pengecut dan mandiri. Dengan rasa tanggung jawab, orang yang
bersangkutan akan berusaha melalui seluruh potensi dirinya. Selain itu juga
orang yang bertanggung jawab adalah orang yang mau berkorban demi kepentingan
orang lain.
Tanggung jawab juga berkaitan dengan
kewajiban. Kewajiban adalah sesuatu yang dibebankan terhadap seseorang.
Kewajiban merupakan bandingan terhadap hak dan dapat juga tidak mengacu kepada
hak. Maka tanggung jawab dalam hal ini adalah tanggung jawab terhadap
kewajibannya. Kewajiban dibagi menjadi 2 macam, yaitu :
1. Kewajiban Terbatas
Kewajiban ini tanggung jawab
diberlakukan kepada setiap orang. Contohnya undang-undang larangan membunuh,
mencuri yang disampingnya dapat diadakan hukuman-hukuman.
2. Kewajiban tidak Terbatas
Kewajiban ini tanggung jawabnya
diberlakukan kepada semua orang. Tanggung jawab terhadap kewajiban ini
nilainya lebih tinggi, sebab dijalankan oleh suara hati, seperti keadilan dan
kebajikan.
Orang yang bertanggung jawab
dapat memperoleh kebahagiaan, karena orang tersebut dapat menunaikan
kewajibannya. Kebahagiaan tersebut dapat dirasakan oleh dirinya atau orang
lain. Sebaliknya, jika orang yang tidak bertanggung jawab akan menghadapi kesulitan
karena ia tidak mengikuti aturan, norma, atau nilai-nilai yang berlaku.
Problema utama yang dirasakan pada zaman sekarang sehubungan dengan masalah
tanggung jawab adalah berkaratnya atau rusaknya perasaan moral dan rasa hormat
diri terhadap pertanggungjawaban.
Orang yang bertanggung jawab
itu akan mencoba untuk berbuat adil. Tetapi adakalanya orang yang bertanggung
jawab tidak dianggap adil karena runtuhnya nilai-nilai yang dipegangnya dan
runtuhnya keimanan terhadap Tuhan. Orang yang demikian tentu akan mempertanggung
jawabkan segala sesuatunya kepada Tuhan. Karena hanya Tuhan lah yang bisa
memberikan hukuman atau cobaan kepada manusia agar manusia mau mempertanggung
jawabkan atas segala perbuatannya.
2.2 Macam-macam Tanggung Jawab
1.
Tanggung Jawab manusia terhadap diri sendiri
Menurut
sifatnya manusia adalah makhluk bermoral. Akan tetapi manusia juga seorang
pribadi, dan sebagai makhluk pribadi manusia mempunyai pendapat sendiri,
perasaan sendiri, angan-angan untuk berbuat ataupun bertindak, sudah barang
tentu apabila perbuatan dan tindakan tersebut dihadapan orang banyak, bisa jadi
mengundang kekeliruan dan juga kesalahan. Untuk itulah agar maanusia itu dalam
mengisi kehidupannya memperoleh makna, maka atas diri manusia perlu diberi
Tanggung Jawab.
2.
Tanggung Jawab kepada keluarga
Masyarakat
kecil ialah keluarga. Keluarga adalah suami-istri, ayah-ibu dan anak-anak, dan
juga orang-orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga
wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung Jawab ini menyangkut nama
baik keluarga. Tetapi Tanggung Jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan,
pendidikan, dan kehidupan.
3.
Tanggung Jawab kepada masyarakat
Satu
kenyataan pula, bahwa manusia adalah makhluk sosial. Manusia merupakan anggota
masyarakat. Karena itu, dalam berpikir, bertingkah laku, berbicara, dan
sebagainya manusia terikat oleh masyarakat. Wajarlah apabila segala tingkah
laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
Secara
kodrati dari sejak lahir sampai manusia mati, memerlukan bantuan orang lain.
Terlebih lagi pada zaman yang sudah semakin maju ini. Secara langsung maupun
tidak langsung manusia membutuhkan hasil karya dan jasa orang lain untuk
memenuhi segala kebutuhan hidup. Dalam kondisi inilah manusia membutuhkan dan
kerjasama dengan orang lain.
Kekuatan
pada manusia pada hakikatnya tidak terletak pada kemampuan fisik ataupun
kemampuan jiwanya saja, namun juaga terletak pada kemampuan manusia bekerjasama
dengan manusia lain. Karena dengan manusia lain, mereka dapat menciptakan
kebudayaan yang dapat membedakan manusia dengan makhluk hidup lain. Yang
menyadarkan manusia ada tingkat mutu, martabat dan harkat, sebagai manusia yang
hidup pada zaman sekarang dan akan datang.
Dalam
semua ini nampak bahwa dalam mempertahankan hidup dan mengejar kehidupan yang
lebih baik, manusia mustahil dapat mutlak berdiri sendiri tanpa bantuan atau
kerjasama dengan orang lain. Kenyataan ini menimbulkan kesadaran bahwa segala
yang dicapai dan kebahagiaan yang dirasakan oleh manusia pada dasarnya berkat
bantuan atau kerjasama dengan orang lain didalam masyarakat. Kesadaran demikian
melahirkan kesadaran bahwa setiap manusia terpanggil hatinya untuk melakukan
apa yang terbaik bagi orang lain dan masyarakat. Boleh jadi inilah Tanggung
Jawab manusia yang utama dalam hidup kaitannya dengan masyarakat.
4.
Tanggung Jawab kepada Bangsa/Negara
Satu
kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individual adalah warga nagara suatu
negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat
olah norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak
dapat berbuat semau sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus
bertanggung jawab kepada negara.
5.
Tanggung Jawab kepada Tuhan
Manusia
ada tidak dengan sendirimya, tetapi merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai
ciptaan Tuhan manusia dapat mengembangkan diri sendiri dengan sarana-sarana
pada dirinya yaitu pikiran, perasaan, seluruh anggota tubuhnya, dan alam
sekitarnya.
Dalam
mengembangkan dirinya manusia bertingkah laku dan berbuat. Sudah tentu dalam
perbuatannya manusia membuat banyak kesalahan baik yangdisengaja maupun tidak.
Sebagai hamba Tuhan, manusia harus bertanggung jawab atas segala perbuatan yang
saalah itu atau dengan istilah agama atas segala dosanya.
Dalam
kehidupan sehari-hari manusia bersembahyang sesuai dengan perintah Tuhan.
Apabila tidak bersembahyang, maka manusia itu harus mempertanggung jawabkan
kelalaiannya itu diakhirat kelak.
Manusia
hidup dalam perjuangan, begitu firman Tuhan. Tetapi bila manusia tidak bekerja
keras untuk kelangsungan hidupnya, maka segala akibatnya harus dipikul sendiri,
penderitaan akibat kelalaian adalah tanggung jawabnya. Meskipun manusia
menutupi perbuatannya yang salah dengan segala jalan sesuai dengan kondisi dan
kemampuannya, misalnya dengan hartanya, kekuasaannya, atau kekuatannya
(ancaman), namun manusia tak dapat lepas dari tanggung jawabnya kepada Tuhan.
2.3 Pentingnya Mewujudkan Rasa Tanggung Jawab
Pentingnya mewujudkan rasa
tanggung jawab dalam diri seseorang adalah agar orang tersebut tidak mengalami
kegagalan atau kerugian untuk dirinya maupun orang lain. Karena dengan adanya tanggung jawab, kita akan mendapatkan hak kita
seutuhnya. Tanggung jawab erat kaitannya dengan kewajiban. Kewajiban adalah
sesuatu yang dibebankan terhadap seseorang. Kewajiban merupakan bandingan
terhdap hak, dan dapat juga tidak mengacu kepada hak. Maka tanggung jawab dalam
hal ini adalah tanggung jawab terhadap kewajibannya. Status dan peranan
menentukan kewajiban seseorang.
Kewajiban dibagi menjadi dua bagian, yaitu: kewajiban
terbatas dan kewajiban tidak terbatas. Problema utama yang dirasakan pada zaman
sekarang, sehubungan dengan masalah tanggung jawab, adalah berkaratnya atau
rusaknya perasaan moral dan rasa hormat diri terhadap pertanggung jawaban.
Menurut sifat dasarnya manusia adalah makhluk bermoral
tetapi manusia juga seorang pribadi karena merupakan seorang pribadi maka
manusia mempunyai pendapat sendiri, itulah sebabnya manusia berbuat dan
bertindak. Dalam hal ini manusia tak luput dri kesalahan, kekeliruan baik
disengaja maupun tidak. Oleh karena itu, dalam hal ini manusia harus
bertanggung jawab baik pada dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, dan Tuhan.
Dalam UUD no. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan
nasional disebutkan bahwa tujuan pendidikan adalah berkembangnya potensi
peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang
Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi
warga negara demokratis serta bertanggung jawab.
Cara membangun sikap tanggung jawab yaitu diantaranya:
Disiplin diri merupakan suatu siklus kebiasaan yang kita lakukan secara
berulang-ulang dan terus-menerus secara berkesinambungan sehingga menjadi suatu
hal yang biasa kita lakukan. Sikap disiplin dapat mengantarkan seseorang pada
jalan kesuksesan, karena orang yang berdisiplin akan bersikap teguh dalam
menjalani niat dan cita-cita yang ingin diraihnya. Berikut merupakan cara
menjadi orang yang betanggung jawab:
1. Ketahuilah bahwa
tanggung jawab berhubungan dengan kewajiban bukan hak. Jika seseorang
merasa ragu saat ingin memberikan rasa tanggung jawab yang lebih besar terhadap
anda, munkin karena selama ini anda kurang peduli dalam memenuhi kewajiban yang
menjadi tanggung jawab anda.ini adalah karakter orang-orang yang tidak
bertanggung jawab. Mereka hanya mau melakukan hal-hal baru selama masih cukup
menantang dan menyenangkan. Setelah itu, mereka akan patah semangat karena
kehilangan minat.
2. Buktikan bahwa anda
dapat melakukan hal kecil dengan baik sehingga pantas menerima tanggung
jawab yang lebih besar, baik ditempat kerja, di sekolah, atau saat mengikuti
kegiatan ekstrakulikuler.
3.
Jangan menyalahkan orang lain saat menghadapi masalah. cara lain untuk
menerima tanggung jawab adalah dengan berhenti menyalahkan orang lain.
4. Berhentilah mengeluh.
Mengeluh adalah perbuatan sia-sia yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang
tidak bertanggung jawab. Mengeluh adalah cara lain untuk menyalahkan kehidupan
karena masalah yang anda alami, mengmbil alih inisiatif untuk mencari tau apa yang
bisa anda ubah.setiap kali mulai mengeluh, ingatkan diri sendiri agar segera
berhenti dan mengatakan hal yang positif. anda akan terkagum-kagum betapa
besarnya pengaruh kebiasaan ini dalam mengubah pola pikir.
2.4 Pengertian Pengabdian dan Pengorbanan
Wujud dari tanggung jawab juga berupa pengabdian dan
pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah suatu perbuatan yang baik untuk
kepentingan manusia itu sendiri.
A. Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang
berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebaga perwujudan, kesetiaan antara
lain kepada raja, cinta, kasih sayang, hormat, atau suatu ikatan dan semua
dilakukan dengan ikhlas.Timbulnya pengabdian itu pada hakikatnya ada
rasa tanggung jawab. Apabila kita bekerja keras dari pagi sampai sore
dibeberapa tempat untuk memenuhu kebutuhan rumah tangga kita, itu berarti
mengabdi kepada keluarga, karena kasih sayang kita pada keluarga. Lain halnya
jika keluarga kita membantu teman, karena ada kessulitan, mungkin sampai
berhari-hari ikut menyelesaikannya sampai tuntas, itu bukan pengabdian, tetapi
hanya bantuan saja.
Macam-macam pengabdian :
a. Pengabdian kepada keluarga
Pada hakikatnya manusia hidup berkeluarga.
Hidup berkeluarga ini didasarkan cinta dan kasih sayang. Kasih sayang ini
mengandung pengertian pengabdian dan pengorbanan. Tidak ada kasih sayang tanpa
pengabdian. Bila ada kasih sayang tidak disertai pengabdian. Berarti kasih
sayang itu palsu atau semu. Pengabdian kepada keluarga ini dapat berupa
pengabdian kepada istri dan anak-anak, istri kepada suami dan anak-anaknya,
anak-anak kepada orang tuanya.
b. Pengabdian kepada masyarakat
Manusia dalah anggota masyarakat, ia tidak
dapat hidup tanpa orang lain, karena tiap-tiap orang lain saling membutuhkan.
Bila seseorang yang hidup di masyarakat tidak mau memesyarakatkan diri dan
selalu mengasingkan diri, maka apabila mempunyai kesulitan yang luar biasa, ia
akan ditertawakan oleh masyarakat, cepat atau lambat ia akan menyadai dan
menyerah kepada masyarakat lingkungannya.Oleh karena itu, demi masyarakat, anggota
mayarakat harus mau mengabdikan diri kepada masyarakat. Ia harus mempunyai rasa
tanggung jawab kepada masyarakat. Oleh karena nama baik tempat ia tinggal,
membawa nama baiknya pula. Bila remaja masyarakat kampungnya terkenal dengan
“remaja berandal” suka berkelahi, mengganggu orang, atau merampas hak orang
lain, maka bagaimanapun juga ia akan merasa malu.
c. Pengabdian kepada Negara
Manusia pada hakikatnya adalah bagian dari
suatu bangsa atau warga negara suatu negara. Karena itu seseorang wajib
mencintai bangsa dan negaranya. Mencintai ini biasanya diwujudkan dalam bentuk
pengabdian. Tidak ada arti cinta tanpa pengabdian.
d. Pengabdian kepada Tuhan
Manusia tidak ada sendirinya, tetapi
merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia wajib mengabdi
kepada Tuhan. Pengabdian berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan, dan
itu merupakan perwujudan tanggung jawabnya kapada Tuhan Yanag Maha Esa. Selain
itu juga manusia harus menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala
larangan-Nya.
B. Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti
persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian.
Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur
keikhlasan yang tidak mengandung pamrih.
Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa
pamrih dapat dirasakan bila kita membaca tau mendengarkan ceramah di masjid.
Dari kisah para tokoh atau nabi, manusia memperoleh tauladan yang baik,
sebagaimana mestinya wajib berkorban bagi orang yang mampu atau orang memiliki
harta yang lebih.
Wajib korban ini telah dikisah pada jaman Nabi Ibrahim mendapat
perintah dari Allah SWT untuk mengorbankan putra tunggalnya yang bernama
Ismail. Walaupun Nabi Ibrahim sangat sayang pada putranya tersebut, akan tetapi
perintah Allah SWT untuk mengorbankan putranya tetap dipatuhi dan dilaksanakan.
Allah SWT menguji kesetiaan dan besarnya pengorbanan Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim
sampai hati melihat pisaunya menancap dan dipotongkan keleher putranya yaitu
Ismail, tetapi ia sudah bertekad setia menjalankan perintah Allah SWT. Kemudian
terbukti, bahwa putranya yang mau dikorbankan kepada Allah SWT sudah berganti
biri-biri.
Pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi
Ibrahim kepada Allah SWT lebih tinggi kadarnya daripada pengorbanan Nabi
Ibrahim sekarang yang ditiru oleh umat islam yang menjalankan ibadah haji di
Tanah Suci maupun umat islam di wilayah lain dengan mengorbankan ternak seperti
kambing dan sapi untuk keperluan fakir miskin pada hari raya Idul Qurban atau
pada hari raya Idul Adha.
Perbedaan antara pengabdian dan pengorbanan
tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Pengorbanan
merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda,
pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan
secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan
saja diperlukan dan dilakukan.
Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada
perbuatan, sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu
misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, dan waktu. Dalam pengabdian
selalu dituntut pengorbanan, akan tetapi pengorbanan belum tentu menuntut
pengabdian.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Pada dasarnya Tanggung Jawab dalam konteks pergaulan manusia adalah suatu
keberanian. Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang berani menanggung
resiko atas segala hal yang telah dilakukan atau diperbuat menjadi tanggung
jawabnya. Ia jujur terhadap dirinya dan jujur terhadap orang lain, adil,
bijaksana, tidak pengecut dan mandiri. Dengan rasa tanggung jawab, orang yang
bersangkutan akan selalu berusaha memenuhi kewajibannya melalui seluruh potensi
dirinya. Orang yang bertanggung jawab adalah orang mau berkorban untuk
kepentingan orang lain ataupun orang banyak.
Orang yang bertanggung jawab dapat memperoleh kebahagiaan, sebab ia dapat menunaikan
kewajibannya dengan baik. Kebahagiaan tersebut dapat dirasakan oleh dirinya
sendiri ataupun oleh orang lain/banyak. Sebaliknya orang yang tidak bertanggung
jawab akan menghadapai kesulitan, sebab ia tidak melaksanakan kewajibannya
dengan baik dan tentunya tidak mengikuti aturan, norma serta nilai-nilai yang
berlaku. Selain itu wujud dari tanggung jawab juga berupa pengabdian dan
pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah suatu perbuatan yang baik untuk
kepentingan manusia itu sendiri.
3.2
Saran
Sebagai seorang makhluk ciptaan Allah SWT hendaknya kita
dapat memahami rasa tanggung jawab dan dapat mengaplikasikan dalam kehidupan
sehari-hari. Dalam kehidupan bermasyarakat, seorang manusia tidak boleh hidup
semaunya, semua harus sesuai dengan norma-norma yang berlaku tentunya menurut
ajaran agama Islam guna mencapai kemakmuran dan ketentraman hidup
Wujud tanggung jawab terdapat berbagai macam makna yang
didalamnya mengandung pengertian adanya kewajiban untuk berbuat sesuatu. Oleh
karena itu, manusia berkewajiban untuk membuat sesuatu yang menjurus kepada
pengabdian, kesadaran akan hak, kewajibannya dan akhirnya wajib berkorban demi
cintanya kepada keluarga, bangsa, negara, agama, serta lingkungannya.jadi
disamping tanggung jawab perlu pula diwujudkan suatu tindakan dimana
pengabdian, pengorbanan dan kesadaran akan semua hal yang perlu diwujudkan.
DAFTAR PUSTAKA
·
Alman Arrahman. 2016. Makalah Manusia dan
Tanggung Jawab - Ilmu Budaya Dasar. http://almanarrahman.blogspot.com/2016/06/makalah-manusia-dan-tanggung-jawab-ilmu.html . 23 Juni
·
Ray Rizqie.
2015. IBD Bab 9 : Manusia dan Tanggung
Jawab. https://rayrizqie.blogspot.com/2015/06/ibd-bab-9-manusia-dan
tanggung-jawab.html
. 09 Juni
·
yogiearieffadillah. 2013. Makalah Manusia dan
Tanggung Jawab. https://yogiearieffadillah.wordpress.com/2013/06/04/makalah-manusia-dan-tanggung-jawab/
. 04
Juni
·
herujulianto89. 2013. Pengertian
dari tanggung jawab yang baik antara manusia. https://herujulianto89.wordpress.com/2013/12/12/pengertian-dari-tanggung-jawab-yang-baik-antara-manusia/
. 12
Desember
Komentar
Posting Komentar